Menuju Penciptaan Logam Hidrogen

Hidrogen merupakan salah satu unsur yang paling umum yang ada di bumi, dan biasanya terdapat dalam bentuk gas, akan tetapi pada tekanan yang sangat tinggi hydrogen dapat bersifat sebagai superkonduktor. Para ilmuwan dari Carnegie Institution in Washington D.C Amerika Serikat sekarang telah berhasil menciptakan senyawa berbasis hydrogen yang dapat membantu para peneliti lain untuk mempelajari sifat kelogaman dan superkonduktor dari hydrogen. Hasil penelitian mereka telah dipublikasikan di “Physical Review Letters and Higighted pada 3 Agustus Jurnal Physiscs APS online.
Hidrogen merupakan unsur yang paing sederhana, terdiri dari satu proton dan satu netron. Disebabkan hidroge ini sangat ringan, maka menurut teori Kuantum hydrogen akan memiliki sejumlah energi tertentu meskipun dia didinginkan pada suhu yang sangat rendah. Hal inilah yang menyebabkan mengapa hydrogen membeku pada suhu 14 derajat diatas suhu nol absolute.
Para ilmuwan teah banyak memprediksikan bahwa kita mungkin dapat membuat logam hydrogen, akan tetapi mereka juga memprediksikan bahwa untuk membuat ogam hydrogen tekanan yang diperlukan adalah 4 juta tekanan atmosfer-dimana tekanan ini melebihi tekanan yang ada di pusat bumi. Dengan cara membentuk senyawaan hydrogen dengan menggunakan unsur yang lain seperti Si maka dimungkinkan membuat padatan hydrogen yang lebih bersifat moderat yang dapat menjadi logam pada tekanan yang dapat dijangkau secara eksperimen. Kenyataannya, SiH4 menjadi bersifat logam pada sepersepuluh tekanan yang diperlukan untuk membuat logam hydrogen dari hydrogen murni, dan bersifat superkonduktor pada tekanan 1 juta atmosfer.
In their paper, Timothy Strobel, Maddury Somayazulu, and Russell Hemley present extensive high-pressure experiments on a mixture of SiH4 and H2. At pressures of only ~ 7.5 GPa, they discovered a new compound – SiH4(H2)2 – in which the hydrogen bonds are unusually weak and which may become a metal at higher pressures.
The ultimate goal of such studies is to generate conditions under which hydrogen effectively becomes metallic, and hopefully superconducting, at pressures lower than those required for pure solid hydrogen.
Dalam jurnal mereka, Timothy Strobel, Maddury Somayazulu, dan Russell Hemley melakukan percobaan dengan menggunakan tekanan tinggi pada campuran SiH2 dan H2. Pada tekanan yang hanya 7,5 GPa, mereka menemukan senyawa baru SiH4(H2)2 dimana ikatan hydrogen pada senyawa ini tidak bersifat seperti biasa yaitu ikatannya lemah dan menjadi logam pada tekanan yang tinggi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi dimana hydrogen secara efektif menjadi logam dan superkonduktor, pada tekanan yang lebih rendah dari tekanan padatan hydrogen murni.

Postingan populer dari blog ini

Contoh Soal LBSK

Lomba Bidang Studi Kimia (LBSK) Ke- XVIII